Cangkul Mengantar Rantawan ke Jepang

Rantawan Syah (kanan) berfoto bersama Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. (tengah)
MESKIPUN tidak memiliki lahan pertanian yang luas, Bandar Lampung memiliki aset petani muda yang mampu menunjukkan eksistensinya hingga ke tingkat nasional. Adalah Rantawan Syah, petani asal Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, berhak atas kesempatan menimba ilmu pertanian di Jepang.

Anak pasangan M. Kosim (alm.) dan Sulhana ini berhasil melenggang ke Jepang setelah masuk lima besar petani muda Indonesia untuk mengikuti program magang International Agricultural Exchange Assosiation (IAEA) di Gunma, Jepang. Pemuda bertubuh atletis ini tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan emas berguru ilmu pertanian di Negeri Sakura. Ternyata cangkul, teman setianya itu, bisa mengantarkannya ke Negari Matahari Terbit.

Dirinya yang memang terbiasa dengan aroma sawah tentu memiliki bekal kemampuan memadai untuk mengikuti tes yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Rantawan mengatakan saat mengikuti seleksi, sekitar enam bulan lalu, dia hanya mempraktekkan bagaimana menanam padi dan sayuran seperti yang dilakukannya sehari-hari. Mulai penyiapan lahan, penyemaian bibit, hingga cara penanaman.

Tidak itu saja, langkah berikutnya yakni pemberian pupuk, pengendalian hama terpadu, pemanenan, bahkan kegiatan pascapanen lainnya. Diakui pemuda berusia 27 tahun itu, seluruh tes dilaluinya tanpa persiapan ekstra, meskipun dalam dirinya terbersit keinginan kuat untuk dapat menjadi yang terbaik dan mencicipi magang di Jepang.

Awalnya dia menyisihkan 29 pesaing lainnya di tingkat Kota Bandar Lampung. Di tingkat Provinsi Lampung, seleksi hanya diikuti lima petani muda. Terakhir untuk seleksi nasional, dirinya bersaing dengan 75 peserta lain. Dari seleksi itu diambil 45 orang dan dirinya masuk urutan lima besar sehingga mendapatkan kesempatan magang selama 2 tahun.

"Tidak ada yang istimewa. Jka memang murni bertani, pasti bisa melalui tes itu dengan baik. Alhamdulillah, saya dekat dengan sawah, padi, maupun sayuran, jadi bisa ke Jepang," katanya sambil tersenyum.

Meskipun masih muda, Rantawan memiliki tekad kuat untuk memajukan pertanian. Pria yang lahir dari keluarga petani ini berharap kesertaannya dalam program magang dapat membentuk watak, keterampilan, dan memahami seluk-beluk pertanian.(berita lampung)

Yang tak kalah penting, soal etos kerja sebagai bekal untuk menjadi wirausahawan muda mandiri Indonesia khususnya di bidang pertanian. “Kita tahu bagaimana etos kerja orang Jepang. Mereka adalah pekerja keras dan memang harus kita teladani,” kata dia.

Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Bersama ini berjanji ilmu pertanian modern yang akan didapatkannya akan diterapkannya sepulang dari Jepang nanti. Hal itu tidak lain untuk mendukung majunya pertanian di Lampung, khususnya Bandar Lampung.

Soal etos kerja dan visi, pria sederhana ini mengajak para generasi muda untuk peduli dan berani ke alam. "Jangan malu menjadi petani. Indonesia, Lampung, dan Bandar Lampung tentu akan lebih bangga jika kita bisa mengeksplorasi kekayaan alam hingga berbuah prestasi," kata dia seusai bertemu Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N., Kamis (19-4).

Heru Suharyono, Koordinator Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kemiling mengatakan, Rantawan terpilih karena kemampuan di bidang pertanian dan kewirausahaan. Menurut dia, pemuda kelahiran 1986 ini punya pengetahuan dan praktek di bidang yang memang dibutuhkan itu sangat baik.

“Apalagi, dirinya memenuhi syarat untuk bisa mengikuti belajar pertanian di Jepang, yakni usia maksimal 27 tahun. Selain itu, mampu melakukan pengolahan tanah, menaman tanaman hortikultura," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. mengharapkan Rantawan dapat menyerap ilmu pertanian sebaik-baiknya di Jepang. Sehingga, dapat mendukung peningkatan kualitas tanaman pertanian di Bandar Lampung.

Tidak hanya diharapkan memperoleh bekal ilmu pertanian lebih mumpuni, Rantawan juga diharapkan dapat membawa dan mengenalkan budaya Lampung kepada warga Jepang di sela-sela mengikuti magang. (VERA AGLISA/M-1)


Sumber:
Inspirasi, Lampung Post, Minggu, 29 April 2012

Komentar