Uang Sakti



UANG, lagi-lagi uang. Memang uang bisa bikin orang senang bukan kepalang, namun uang bisa juga bikin orang mabuk kepayang.
Sepenggal lirik lagu berjudul Uang yang dipopulerkan Nicky Astria itu sangatlah tepat. Untuk mendapatkan uang, kini orang bisa mencari beragam cara, baik halal maupun haram. Meskipun sebenarnya di dunia ini ada jenis uang yang sangat sakti. Semakin banyak kita keluarkan, maka akan semakin banyak yang kita dapatkan.
Namun, perlu saya tegaskan ini bukan membahas beberapa jenis uang yang sedang heboh saat ini, yakni uang dari Swissindo World Trust International Orbit yang mengklaim memiliki program pembebasan utang rakyat Indonesia hingga Rp2 miliar. Ataupun UangTeman, aplikasi pinjaman online mikro di Indonesia, yang menawarkan pinjaman Rp1 juta—Rp4 juta tanpa syarat agunan.
Hingga saat ini, saya masih belum percaya dengan keduanya. Seperti mengutip status Instagram Eva Pardiana, rekan sesama jurnalis, yakni "Kalau mendesak silakan coba, tapi saran saya sih mending pinjam #UangEmak".
Beberapa hari yang lalu, seorang sepupu menyebarkan tulisan dari website yang sangat menarik. Ternyata ada tiga jenis uang sakti, yakni uang yang digunakan untuk investasi diri. Uang untuk investasi diri adalah jenis uang yang digunakan untuk belajar dan mengasah serta menggali dan mengembangkan potensi diri pribadi.
Hal itu dilakukan agar otak kita tidak miskin dari ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain, mengeluarkan uang sebanyak apa pun untuk otak sendiri adalah investasi yang paling aman dari segala jenis investasi yang ada.
Uang berikutnya ialah uang untuk berbakti yang dikeluarkan untuk kedua orang tua Anda sendiri, ataupun untuk guru Anda pribadi. Tidak peduli seperti apa pun kondisi keuangan orang tua, baik dia lebih kaya dari Anda apalagi lebih miskin dari Anda, uang untuk berbakti kepada orang tua harus diberikan secara rutin.
Semiskin apa pun Anda, Anda tetap harus menyisihkan uang untuk kedua orang tua Anda, berapa pun nominalnya tersebut. Karena semiskin apa pun orang tua Anda itu, dia tetap membesarkanmu hingga Anda seperti saat sekarang ini.
Terakhir ialah uang untuk amal. Sekecil apa pun nominal uang tersebut, donasikanlah uang tersebut untuk amal. Ibarat aliran air, jika menginginkan arus aliran air tersebut lancar, harus bisa membersihkan aliran air tersebut dari segala kotoran dan sumbatan yang menghambat.
Tabik pun, bukan ingin menggurui melalui tulisan ini. Karena tulisan ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus belajar mempergunakan uang sakti itu. nuansa

sumber: https://goo.gl/4FY1U9

Komentar

Posting Komentar